Bahagia Itu Sederhana

BIS#5: Movie Marathon

Percayalah, saya memang gemar nonton, tapi nonton marathon di bioskop? Hobby ini meledak-ledak setelah saya bekerja, hahaha. Maklum, anak kuliahan yang hidup pas-pas an memaksa kami anak kos untuk lebih memilih nonton film yang disewa di rentalan dengan harga sewa per CD-nya enggak lebih dari Rp. 10.000,- . apalagi jika yang disewa adalah film jadul, sudah dipastikan harga sewanya lebih murah lagi. Jadi apakah selama itu tidak pernah nonton bioskop? Pernah dong, tapi ya itu setahun bisa dihitung dengan jari bok, itupun enggak akan habis. Hahaha. You know pasti anak kuliahan akan menunggu sebulan lebih berikutnya sampai keluar film yang ada di bioskop, hihi.

IMG20171219204617

Nah, semenjak saya kerja dan jadwal kerja yang sangat mobile, biasanya membuat saya enggak punya waktu lebih banyak untuk me time. Akhirnya, larilah ke nonton bioskop. Selain paling banyak pilihan, yaa daripada belanja enggak jelas ujungnya, mending nonton kan ya. Setiap ada film baru langsung ditonton. Mau jelek ataupun bagus yaa ditonton, tapi tetep ngelihat rating dulu di IMDB, eheee. Kan kalau nonton di bisokop bisa ambil yang tengah malam kalau memang lembur ya, jadi ya lumayan daripada nontonin layar laptop melulu.

Setelah menikah, dimana saya dan suami masih LDM an, jadilah kalau ketemu pasti diajak nonton film yang belum ditonton. Pernah sehari benar-benar marathon, 3 film berturut-turut kami tonton. Jeda waktu satu film ke film selanjutnya untuk solat dan makan. Enggak bosen? Kagak kalau filmnya bagus, kalau yang bikin ngantuk ya bosen. Sampai pernah suatu waktu, suami kerja sampai habis Isya’ karena pengen nonton akhirnya turun ke bawah nonton Transformer: The Last Knight dan memilih yang sweetbox (itu loh di CGV kan ada yang khusus untuk pasangan, kursinya gabung gitu tidak ada pegangan tangannya). Apa yang terjadi disana? Suami tidurrr. Bener-bener tidur karena filmnya ngebosenin plus tempat yang mendukung buat tidur. Hahaha.

Apakah yang saya tonton saya film-film luar negeri saja? Tidak kok. Saya penggemar nonton film, jadi mau film luar negeri apalagi film negeri sendiri yang kualitasnya bagus pasti ditonton. Contohnya: Pengabdi Setan, Cek Toko Sebelah, The Raid, Dilan (aduh muka Iqbaal masih kebayang-bayang sampai sekarang, hahaha). Jadi, saya bukan anti nonton film Indo di bioskop ya, saya malah seneng kalau bisa nonton film Indonesia. Semoga semakin maju yah dunia perfilm-an Indonesia.

IMG20180124181937

Oiya, saat ini saya sedang gemar menonton film Thailand, yang horror ya tapi. Kenapa? Lebih seru dan menantang, plus enggak kebanyakan paha dada kayak film horror di Indonesia :P. Kalau yang film-film Thailand itu pasti jelas masalahnya dan lebih ngena sih menurut aku, jadi nonton film ada faedahnya ya. Ada pelajaran yang bisa diambil, halah. Tapiii, saya tidak menghindari film-film yang hanya buat seneng-seneng, yang ringan, yang mungkin enggak bermakna. Karena itu bisa buat menghilangkan stress sodara-sodara. Setuju?

Apakah hanya film? Bagaimana dengan Drakor? Saya juga penonton drama Korea lho, jangan salah. Tapi milih milih banget, kalau ada yang sudah nonton dan memberi review bagus pasti saya tonton. Contohnya: Goblin, Witch Love Curt (ini suami ikutan nonton lho, karena lumayan seru ceritanya, tapi pas bagian ‘cinta-cintaannya’ beliau skip, haha), School 2017 (buat yang rindu masa-masa SMA, drama ini lucu dan menghibur sekali).

Jadiii, dibuat having fun saja kalau nonton film, karena kalau kebanyakan dipikir malah jadi beban kan?

IMG20171208170630

Ada yang disini gemar movie marathon juga? Share pengalamannya dong.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s