Uneg2

Memanusiakan manusia di Kereta Commuter Line

Agak sadis ya judulnya? Apa sih maksudnya memanusiakan manusia? Hohoho. Sebelum membahas lebih jauh saya mau bercerita sedikit. Sejak beberapa bulan ini, saya jadi AnKer (anak kereta, eheee). Bukan, bukan karena rumah saya Bogor atau Bekasi trus kerja di tengah kota Jakarta. Tapi, karena memang ada project di jantung Jakarta (kantor deket Monas), jadi mau tidak mau saya harus mencari transportasi yang ramah dikantong. Mau pindah kost, sudah malas angkut-angkut plus sudah sangat nyaman disitu, hehe. Jadi pilihan paling tepat menggunakan kereta, selain cepat yang pasti hemat.

Nah, bukan berarti naik kereta ini tanpa halangan ya. Pasti sudah banyak yang mendengar jika kereta KRL kejam dan sangat menyakitkan, apalagi di gerbong wanita? Yess, saya juga banyak mendengar kasus begitu dan saya merasakannya langsung sekarang. Masih ingat kan dulu video yang viral di media social, dimana ada 2 orang wanita sampai jambak-jambakan karena berebut kursi sampai akhirnya mereka diturunkan di stasiun berikutnya. Mereka bukan anak SD atau SMA lho yang berebut mainan atau makanan atau tugas, tapi berebut kursi ‘panas’ di kereta. Kenapa hal tersebut bisa kejadian ya? Banyak faktor sih pasti, tapi menurut saya lebih ke internal pribadi itu sendiri sih. Bagaimana menyikapi ‘kejamnya’ KRL apalagi gerbong wanita.

IMG20171106173905

Sebenarnya, ada hal-hal yang agak kurang sreg menurut saya jika naik KRL terlebih di gerbong wanita, berikut ya penjabarannya:

  1. Banyak kasus pingsan di kereta

Saya sudah 2 kali mengetahui kasus pingsan di kereta. Yang pertama, saya ada di gerbong campuran, saat di Stasiun Juanda kereta tidak jalan-jalan karena ternyata di gerbong wanita ada yang pingsan, jadi dari stasiun langsung memberikan pengumuman ke satpam jaga untuk membawa tandu.

Yang kedua, saat saya mau naik dari Stasiun Tanjung Barat, ada anak SMA yang dibopong ke kursi dari kereta jurusan Bogor – Anke. Sudah pingsan dan sedang ditolong sama teman dan mbak-mbak, T_T.

  1. Intoleransi di dalam gerbong

Yang sering saya rasakan terutama di gerbong wanita adalah jika kereta tiba-tiba melaju kencang, sedikit banyak badan dari ikut terbawa arus, tapi plisss bisa kan kalian tahan badan sehingga tidak mengenai orang lain? Kedorong capek loh nahan berat badan beberapa orang.

Saya tahu kalau kalian pasti juga terdorong oleh yang lain. Tapi kalau ada kesadaran dan kemauan untuk sedikit menahan, ini bisa dikurangi loh.

Satu hal lagi, bagi yang merasa ada di depan pintu saat penuh, mohon turun dulu jika dari dalam ada yang akan turun. Kasian saat pintu mau ditutup masih harus berjuang supaya bisa turun karena yang depan tidak mau ikut turun dahulu.

  1. Kursi prioritas yang digunakan bukan seharusnya

Ini kejadian lucu, baru beberapa hari lalu saya naik kereta. Ada ibu-ibu muda naik, sedang hamil, saya perkirakan 4-5 bulanan lah ya usia kandungannya. Pas si ibuk masuk sudah bilang, ada yang hamil tidak? Tapi, seperti tidak ada yang beranjak. Trus minta tolong sama mas-mas yang ada di gerbong (mas-mas yang jaga di gerbong), komennya “mbak ke tengah saja, nyari kursi sendiri, solanya tadi juga susah dapatnya”. Yaps, sebelum si mbak ada mbak-mbak juga yang yang hamil lebih gede dan setelah pada diolok-olok sama penumpang lain baru ada yang berdiri. Saat itu kondisi kereta tidak sepenuh mbak kedua. Walhasil, si mbak yang hamil kedua ini sampai dia turun berdiri di tengah sesaknya kereta pulang kantor T_T

  1. Tidak mau menuju tengah gerbong, pada ngumpul didekat pintu

Salah satu hal paling saya tidak mengerti awalnya, kenapa mereka berkumpul di dekat pintu gerbong. Ternyata setelah beberapa hari naik kereta, saya tahu alasannya. Mereka takut tidak bisa turun di stasiun yang dituju. Padahal kalau mau di tengah pun, satu atau dua stasiun sebelum tujuan bisa ikut arus turun, sehingga nanti bisa berpindah sendiri di dekat pintu. Bahkan saya pernah menemui penumpang, si mbak ini masih turun Depok tapi benar-benar tidak mau pindah ke tengah, saat di belakangnya ada yang mau minta pindah karena mau turun, dianya bergeser dengan amat sangat terpaksa. Duh mbak, kereta juga kalau bilang ada yang mau di stop dulu enggak jalan kok.

  1. Turun stasiun mana, di stasiun mana sudah heboh

Kalau berangkat kerja, bagian ini yang paling ngeselin. Saya naik dari Tanjung Barat, kereta berjalan sebentar sudah ada yang heboh minta pindah dekat pintu. Tebet enggak? Tebet enggak? Heh, Tebet masih 4 stasiun lagi. Padahal ada yang turun Duren Kalibata atau Cawang saja seloowww banget. Mbak nya sehat?

  1. Memaksa masuk padahal sudah penuh

Another funniest moment kalau berangkat kerja di jam sibuk (antara jam 7 sampai setengah 8). Saya pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri, plus teman saya Egha. Ada mbak-mbak maksa masuk, padahal itu sudah tidak muat lagi. Tidak sampai disitu, saat mau ditutup pintu kereta, tidak mau menutup karena masih ada yang mengganjal. Mau tahu apa itu? Pantat mbak nya sodara-sodara, -__-“. Saya dan teman saya sesaat melongo, tapi kemudian pengen ngakak. Enggak ngerti lagi, si mbak ini enggak mau turun padahal pantatnya sudah kegencet, sudah didorong pula sama mas-masnya sudah gabisa masuk tapi tetep kekeuh tidak mau turun. Akhirnya bisa menutup juga, cuman enggak tahu di dalam itu kayak apa. Oiya, di hari itu pula ada kereta anjlok di Manggarai, saya naik kereta setelah insiden pantat terjepit. Bisa bayangin enggak, sudah susah-susah masuk tapi sampai Manggarai kereta tidak bisa lanjut? Yaa, kalau turun sebelum Manggarai sih enggak apa-apa. Tapi kalau si mbak tadi turun setelah Manggarai? Jawab sendiri yah, 😀

IMG20171016165904

Tapiii, tidak setiap hari lho KRL itu kejam. Asal kita sudah tahu celahnya, bisa kok kita minimalisir dramanya. Nah berikut ini beberapa tips dari saya yah, semoga berguna :

  1. Sekiranya gerbong wanita penuh, beralihlah ke gerbong campuran

Mungkin sebagian malas ya untuk ke gerbong campuran, secara sudah banyak pula kasus yang enggak mengenakkan jika cewek ke gerbong campuran. Untuk berjaga-jaga, gunakan tas punggung dan taruh depan. Jangan menggunakan baju yang seksi yah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

  1. Naiklah dari tempat-tempat dimana orang jarang naik di stasiun tersebut

Jadi jika kita naik kereta pilihlah tempat-tempat yang orang jarang berkumpul, jalanlah agak menjauh, nah biasanya nanti akan ada gerbong-gerbong yang agak kosong.

  1. Makan dan minum yang banyak dulu sebelum naik kereta

Kasus pingsan bisa saja terjadi karena belum ada asupan makanan yang masuk ke penumpang. Jadi saran saya, sebelum berjuang di kereta, usahakanlah untuk mengisi perut dahulu. Sempatkan sarapan meski harus naik kereta pagi-pagi.

  1. Pergi ke stasiun awal supaya dapat tempat duduk

Jika ingin dapat duduk, bisa saja loh asal mau menempuh perjalan dulu ke stasiun asal. Misalnya saya pulang dari Juanda menuju ke arah Bogor, supaya dapat duduk saya naik kereta kea rah Jakarta Kota dahulu baru berpindah ke kereta jurusan Bogor. Ribet yah? Yaaa, kalau memang mau dapat duduk boleh dicoba saran ini.

 

IMG20171106173954

Saya hanya berpesan “Manusiakanlah manusia dimanapun kalian berada”. Bayangkan jika kalian ada di posisi yang bersangkutan, jadi ibu hamil atau ibu bawa balita. Parahnya lagi jika ada orang tua, andaikata itu ibu atau nenek kita, kemudian tidak ada yang mau memberikan kursinya bagaimana? Marah atau setidaknya kecewa kan pasti? As simple as that loh.

Once again, ini hanya uneg-uneg pribadi saya. Semoga kedepannya bisa lebih baik yaa dan transportasi massal seperti kereta ini dapat ditingkatkan. Jadi, bagaimana pengalaman kalian naik transportasi umum? Boleh banget loh di share 😊

 

Advertisements

4 thoughts on “Memanusiakan manusia di Kereta Commuter Line

  1. 4. Tidak mau menuju tengah gerbong, pada ngumpul didekat pintu

    poin ini bener banget Nov, hehe. tapi hati-hati sama cowok yang suka memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan nov. tak liat banyak yang begitu

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s