Uneg2

Fenomena Transportasi Online

Hidup di jaman yang sudah serba canggih seperti ini, saya sangat setuju jika kemudahan terutama dalam bertransportasi juga ikut canggih. Siapa disini yang tidak pernah menggunakan jasa transportasi online, saya rasa sebagian besar pasti pernah menggunakan untuk mendukung aktifitas. Terutama yang berada di kota-kota besar, keberadaan transportasi online sangat membantu untuk melewati kemacetan yang merajalela.

online transportation

pic from: http://www.pricebook.co.id/article/news/2015/12/22/3319/13-ojek-dan-taksi-online-di-indonesia-dari-go-jek-sampai-grabbike

Bayangkan betapa mudahnya hidup saat kita lapar pengen makan tapi malas keluar? Online solusinya, tinggal klik makanan datang. Suatu waktu saya pernah dalam kondisi yang sangat payah tidak sanggup keluar rumah tapi harus membeli barang yang urgent. Solusinya? Tentu saja saya mengandalkan salah satu feature yang ada di transportasi online tersebut untuk minta tolong dibelikan barang yang saya mau. Pun untuk tarif taksi online yang memang jauh di bawah taksi konvensional. Siapa yang tidak tergiur menggunakannya, tinggal duduk pencet hape taksi datang.

Nah, baru-baru ini ada wacana kalau tarif taksi online akan di sesuaikan dengan taksi konvensional. Akan dibuat batas atas dan batas bawah. Hmmm, marah geram campur aduk rasanya. Bukannya seharusnya pemerintah malah mendukung perkembangan jaman ya dimana kita bisa dimudahkan dalam beraktifitas. Toh kalau saya lihat persaingannya juga masih sehat, tidak ada yang sampai jambak-jambakan antara taksi online yang satu dengan yang lain. Kemudian dengan gabungnya taksi Bl*****d ke salah satu transportasi online menurut saya sebuah ide yang brilian. Mereka bukannya mau menutup diri tapi mau ikut sekalian berkembang demi memudahkan konsumen. Yang jelas sih konsumen untung banget, harga taksi online tapi argo yang tertampang tetap tarif taksi konvensional, :D.

Masalah dengan angkot/moda lainnya

Beberapa hari ini heboh pemberitaan sweeping taksi online di kota Bogor. Duhhh ngeri banget sih liat beritanya dan info dari ipar yang ada di Bogor. Ojek online yang ketahuan akan mengangkut penumpang bahkan ada yang dikejar kemudian dipukuli, duhh syerem. Akibatnya, dari Senin (20 april 2017) tidak ada angkot maupun transportasi online yang beroperasi. Yaaa karena sama-sama memang masih belum kondusif kondisinya.

Pun juga saat saya weekend ke Bandung, di jalanan saya tidak melihat adanya ojek online. Tapi saat saya mencoba melihat dengan aplikasi ada beberapa yang mangkal sih. Setelah mau ke stasiun dengan taksi online, menurut abangnya memang untuk ojek tidak menggunakan atribut.

Nah, saya mau menambahkan mungkin yang masih anget juga, kejadian di Tangerang dimana ada salah satu driver ojek online ditabrak oleh angkot saat ada kericuhan. Yaa pasti follower IG @LambeTurah tahu yaa karena masuk kesini. Serem? Bangettt.

Beruntungnya di Jakarta

Nah, memang awalnya transportasi online ini kan munculnya di Jakarta yak arena memang yang paling strategis dan cocok. Berawal dari salah satu perusahaan kemudian sekarang banyak berkembang. Mulanya yang dulu hanya menyedian taksi online juga berkembang mengikuti ojek online.

Awal-awal dulu juga di Jakarta sama dengan kota-kota lainnya yang pernah rusuh, terutama ojek pangkalan atau opang bahkan dengan taksi-taksi konvensional. Opang-opang ini merasa bahwa rejekinya ‘diambil’ oleh ojek online. Yaa, meskipun tidak selamanya sih, toh para pengguna opang juga masih ada hanya saja sudah tidak sebanyak dulu. Namanya mengikuti perkembangan jaman ya mau tidak mau berubah. Masayarakat yang mobilitasnya tinggi tentu sangat terbantu dengan adanya ojek online. Karena belum tentu saat keluar rumah ada opang yang mangkal kan?

Nah, beruntungnya di Jakarta yang sudah ‘agak’ kondusif kondisinya, para ojek online bebas berkeliaran menggunakan atribut tanpa perlu rusuh dengan yang lain. Saya bilang ‘agak’ kenapa? Karena di daerah deket saya ngantor, para opangnya juga memang masih rusuh. Jadi, ada tempat-tempat tertentu yang memang enggak boleh digunakan tempat pick up penumpang ojek online. Kalau ketahuan? Diusir, disuruh jalan jauh-jauh, enggak boleh naik ke motornya. Bahkan ada pula papan di pangkalan ojek tulisannya “ojek liar/online tanya alamat bayar Rp 2000”. Kejam yaa? Yaa begitulah realitanya.

Biar sama-sama enak

Menurut saya nih, supaya sama-sama enak antara penumpang dan ojek/taksi online bagaimana? Supaya tidak ada misscom dan hal-hal mengerikan terjadi, saya ada beberapa tips semoga membantu:

  1. Tempat pick up

Masalah tempat pick up ini, seperti yang saya utarakan di atas tidak semua ‘aman’ dari opang, jadi yaa kalau misalnya di driver meminta kita untuk berjalan ke tempat yang lebih aman diturutin saja. Selama make sense yaa pasti saya turutin, kecuali memang drivernya males nah itu beda lagi.

  1. Sembunyiin hp jika berada di tempat-tempat rawan

Jika sedang di tempat-tempat yang rawan untuk rusuh, plisss jangan kelihatan banget kalau pesan ojek/taksi online. Minimal jangan ditunjukin kalau kita sedang buka aplikasinya. Karena bisa memicu rusuh lagi loh.

  1. Tolak halus opang atau taksi konvensional yang menawarkan

Serius kalau kita nolaknya baik-baik juga enak kan, si abang-abangnya juga biasa saja. Sama kalau kita ditembak trus nolak baik-baik juga bakal enak to? #eaaaaa tetep.

  1. Kebijakan yang adil

Ini biarlah menjadi misteri antara Menhub, karena kita bisa apa kalau pemerintah sudah menetapkan aturan baru.

Kebijakan transportasi online

Nah, dengan berbagai kemudahan yang ditawarkan perusaahan transportasi online, jujur saya sangat terbantu. Apalagi dapat pesan makanan maupun barang, atau mengirim makanan untuk teman dan saudara. Ditambah banyak promo yang ditawarkan untuk customer, ahh siapa yang enggak mau dimanja.

Bukannya saya tidak suka transportasi umum, sayapun pengguna transportasi umum, KRL, busway dan angkot sayapun suka menaikinya. Hanya saja kadang di waktu dan saat tertentu kan tidak selamanya dapat mengandalkan transportasi umum. Jika nantinya akan ada aturan baru bagi transportasi online, semoga tidak merugikan kedua belah pihak. Semoga sama-sama enak dan menguntungkan. Aamiin.

Semoga kebijakan yang keluar sudah didiskusikan baik-baik, sudah dipikirkan plus minusnya. Sudah dirancang matang-matang. Karena, bisa saja nanti yang demo bukan hanya para driver-nya tapi para penggunanya karena merasa kemudahan-kemudahan yang pernah ada menjadi hilang.

Bagaimana pendapat kalian dengan fenomena transportasi online? Yuk diskusi via comment.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s