WeekendTrip

PATABA: Sebuah cerita di balik Rumah Masa Kecil Pramoedya Ananta Toer

Saya ini orang Blora, tapi baru sekali saya berkunjung ke kediaman Pramoedya Ananta Toer, siapa yang tidak mengenal Pram? Penulis yang sudah menelurkan banyak buku ini adalah orang Blora, sama dengan tempat lahir dan tempat tumbuh kembang saya. Jadi, saat saya ada kesempatan pulang ke Blora liburan Idul Adha tahun lalu, saya mengajak suami ke Pataba ini.berhubung hari ini adalah hari lahir Pram, mari sedikit nostalgia dengan liburan saya ke Pataba.

img_08181

PATABA merupakan perpustakaan nirlaba yang tak ternilai dari Toer bersaudara; Pramoedya Ananta Toer, Koesalah Soebagyo Toer, dan Soesilo Toer yang dirintis di kota kelahirannya, Blora, sebagai ruang baca dan diskusi untuk semua masyarakat Indonesia dan dunia. PATABA yang merupakan akronim dari Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa (sesuai dengan judul buku Pram: Anak Semua Bangsa). Buku yang dijadikan salah satu kurikulum di beberapa negara di dunia. Iyaaa, dijadikan buku panduan. Keren yaaa.

img_08101

Saya datang siang setelah solat dzuhur, di Pataba hanya ada keponakan Pram, anak dari Koesalah (adik Pram). Sembari menunggu Pak Koes, kita mengobrol sebentar tentang sejarah PATABA. Memang dulunya ini adalah rumah masa kecil Pram, tapi dari keluarga ingin rumah ini bisa bermanfaat untuk orang banyak, sehingga dibukalah PATABA. Tempatnya sederhana, banyak buku yang dipajang. Banyak pula buku-buku terbitan PATABA Press yang dapat dibeli oleh pengunjung. Nah keponakan dari Pram ini yang mempromosikan Pataba keluar daerah dengan media sosial, sehingga sekarang sudah ada facebook, instagram bahkan yang terbaru ada LINE-nya.

img_08131

Tak lama, Pak Koes datang. Kemudian beliau bercerita dari A sampai Z perjuangan membangun PATABA. Bagaimana masa hidup mereka dari kecil, sampai besar kemudian dipenjara dan diasingkan ke Pulau Buru. Iya, jaman dulu memang masih susah bersuara, tidak seperti sekarang dimana kita bebas mengucapkan kata-kata di media social manapun, entah benar atau tidak. Baik atau buruk. Jaman dahulu, mau menulis yang benar harus rela di asingkan ke Pulau Buru sebagai ganjarannya bila tidak sesuai dengan keinginan pemerintah. Berapa lama? Bisa bertahun-tahun, T_T.

img_08071

Pataba membuka pintu lebar-lebar bagi orang-orang yang ingin belajar. Pak Koes mempunyai minat yang besar terhadap dunia tulis menulis, banyak anak didik dari luar Blora yang rela jauh-jauh datang untuk belajar secara langsung. Bahkan tidak hanya dari Indonesia, tapi dari dari luar negeri. PATABA akan menyediakan tempat bermalam bagi mereka yang mau menginap. Sederhana, tapi kau akan merasa luar biasa disana. Pak Koes pernah bercerita, mempunyai satu murid yang dulu datang minta diajari menulis. awal-awal dibilang tulisannya sangat jelek. tapi anak itu tidak patah semangat, datang dan terus datang untuk belajar. hasilnya? sekarang tulisannya dimuat di koran-koran. pas pertama kali dimuat, anak tersebut datang ke rumah dan cerita.

img_08141

Selama hampir 2 jam kami mengobrol dengan Pak Koes, tidak terasa memang. Jadi membeli beberapa buku bacaan yang ditanda tangan langsung oleh Pak Koes. Mumpung masih hidup dan belum terkenal kata beliau, nanti susah kalau sudah terkenal buat ketemu. Hehehe.

img_08041
ttd Pak Koes

Saya tidak menceritakan semua, karena ada beberapa masa lalu yang tidak ingin saya ceritakan, biarlah kalian penasaran dan berkunjung ke kota saya, di pojokan mungil Jawa Tengah. Kunjungi dan lestarikan tempat ini. Sebagian besar kisah terdapat di koleksi buku Pram dan adek-adeknya.

Bila ingin meminjam buku disini juga gratis, meski mungkin buku-bukunya sudah tidak sebagus asalnya, tapi yang penting ilmunya dapat tersampaikan. Selain itu, Pataba sering mengadakan lomba. Saat ini Pak Koes tengah mengumpulkan ‘suara’ dari masyarakat yang berkunjung ke Pataba untuk dibukukan. ‘Suara’ sisi lain masyarakat mengenai Pram yang akan dibukukan. Bagi yang ingin berpartisipasi silahkan kirimkan suaranya ( alamat ada di bawah ya).

img_08061

Sebagai penutup saya ingin mengutip salah satu quote dari Pram:

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah.”

Yukk ahh semangat menulis, demi menebar kebaikan dan kemanfaatan bagi sesama. Setuju???

img_08121
berfoto dengan Pak Koes, sehat-sehat nggeh Pak

Bagi yang berminat main-main ke Pataba, yuk kesini:

PATABA

Alamat: Jalan. Sumbawa No.40, Kauman, Kec. Blora Kota, Kabupaten Blora, Jawa Tengah 58214, Indonesia

Instagram: @patabablora6

Facebook: PATABA (Pramoedya Ananta Toer Anak Semua Bangsa)

Blog: http://patabablora.blogspot.co.id/

Advertisements

2 thoughts on “PATABA: Sebuah cerita di balik Rumah Masa Kecil Pramoedya Ananta Toer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s