WeekendTrip

Plesiran ke Pulau Lurus

Pulau Lurus? Dimana itu pulau lurus? Ada yang tahu? Yap, Pulau Lurus ini adalah arti dari Pulau Lombok. Siapa yang tidak tahu Lombok? Itu Cabe atau cabe-cabean kan? Bukannnn, Lombok ini adalah pulau yang ada di Nusa Tenggara Barat, Indonesia. Dan ya, kami (saya dan suami) memilih Pulau ini sebagai tempat bulan madu. Haseggg. Nikmatnya sudah halal.

Lombok itu sendiri menurut bahasa asli orang-orang Mataram artinya lurus, bukan cabe ya. Jadi konon, dinamakan lurus karena memang disini terdapat banyak sekali penduduk muslim-nya dan hidupnya lurus-lurus sesuai ajaran (tapai kalau kelakuan tergantung pribadi masing-masing yaa, tak lebih nama ini merupakan do’a juga). Ditambah lagi pulau ini mendapat julukan kota seribu Masjid. Well, memang banyak masjid-masjid di setiap jalan yang kita lalui sepanjang perjalanan. Bahkan MTQ (Musabaqah Tilawatil Qur’an) akan dilaksanakan di sini, sekalian untuk meresmikan Masjid Raya yang akan segera diselesaikan pengerjaannya (saat saya menulis ini sudah digunakan Masjidnya, latepost kebangetan).

Bagi yang bingung jika di Lombok mau kemana saja, berikut ini beberapa tempat wisata (termasuk kuliner) yang berhasil kami jelajahi selama honeymoon.

Ps: tempat yang kita kunjungi tidak banyak, dikarenakan kita mau quality time sebelum LDM-an dan sayanya yang malah tepar jadi lebih banyak stay dan jalan-jalan di seputaran hotel, 😀

  1. Soto Lombok

Soto khas Lombok ini bentuknya mirip dengan soto mie yang asli bogor itu lho wan kawan kalau pernah tahu. Jadi ada mie nya, trus ada tauge, telor, daging ayam dan saya pakai nasi. Iya nasi, bukan lontong setelah itu begah karena kekenyangan.

Sebelum makan, kita sempat mampir ke kantor cabangnya suami dan ngobrol sebentar, baru setelah itu diantar oleh rekan suami ke hotel dan mampir dulu untuk makan disini.

20160509_1106001
mirip-mirip dengan soto mie bogor lah ya
  1. Pantai Senggigi

Pantai yang sudah terkenal dengan keindahannya pasir putihnya, dan kebetulan suami memilihkan hotel yang pas di pinggiran pantai. Nama Hotelnya Qunci Villas, lokasinya di Senggigi. Iya, surprise nya ini.

Ada cerita yang menarik disini, jadi sesampainya kita di hotel sekitar jam 12.00 PM kurang, kita langsung di sambut dan ke lobby dulu untuk confirmation. Nah, baru di halaman luar saja sudah begini bagus pemandangannya, apalagi di belakang ya? Hihihi.

img_0707
welcome drink

 Kemudian, karena jam check in ternyata jam 02.00 PM maka kita boleh untuk masuk dulu di restoran maupun yang pemandangannya adalah kolam renang dan kemudian pantai. Boleh jalan-jalan disekitaran hotel, tapi karena kita masih kecapaian makanya kita memilih duduk-duduk manis di restoran.

20160509_121448_hdr
view yang enak buat nongki-nongki, kesini isinya bule semua

Nah menjelang jam 1 tetiba saya merasa pusing dan tidak enak badan,keringat dingin mengucur. Sehingga saya sudah cranky dan harus segera bebaringan, tapi tetap tidak bisa masuk ke kamar dulu. T_T

Jadinya foto-foto duluuu:

20160510_062643
salah satu pool di Qunci Villas

Malam hari di sini ada pertunjukan tari kecak plus pesta barbeque, bagi pengunjung yang mau ikutan bisa ikutan dengan pesan pas sore harinya. Biaya kalua ga salah 350K IDR per person (eh apa 750K IDR, lupa-lupa ingat). Nah, karena lokasinya adalah di depan kamar, saya sama suami lihat saja dari balkon, itupun kalo sayanya sudah enggak sakit lagi. Banyakan tidurnya mala mini, ga kuat kemana-mana.

Paginya, Alhamdulillah badan enakan. Sehabis subuh buka pintu, trus ngeliat laut, udara pagi yang sungguh-sungguh nyaman. Akhirnya setelah agak terangan jalan2 di sekitaran hotel. Hihihi.

20160509_173353
tinggal nyemplung loh ke pantainya, hihihi
20160510_074638
porsi sarapan berdua, tortilla egg nya juara enaknyaaa

Sampai jam 12 akhirnya kita harus say good bye untuk lanjut ke next destination.

  1. Gili trawangan

Jarak antara Qunci Villas ke Pelabuhan  Bangsal Pemenang ini memakan waktu setengah jam, karena kita mampir berhenti dulu. Sayanya tergoda untuk beli topi. Kemudian setelah sampai, kita tidak langsung diturunkan di tempat pembelian tiket melainkan tempat cidomo. Kalua disini harus pintar-pintar menawar harganya.

Karena kita diturunkan di tempat agen kapal penyeberangan yang bukan biasanya (beda sama pas mas bojo dulu kesini). Kita jalan sedikit untuk kea gen resmi yang dikelola pemerintah.

Karena antrian dan perjalanan yang lama, bojo langsung beliin yang fast boat sajah. Yaa sudah, hihihi.

Akhirnya sampai di Gili trawangan, dan kita menginap di 2 hotel yang berbeda yaitu Villa Ombak dan Ombak Sunset. untuk hotel villa ombak dari dermaga bisa ditempuh dengan kaki sepanjang kira-kira 300 meter, akalu ombak sunset harus naik cidomo (delman atau dokar) supaya sampai di tujuan.

20160510_123557
naik cidomo yey
20160510_142304_hdr
bentukan kamar kita di villa ombak, kamar mandi di lantai bawah
20160511_083242_hdr
Sarapan di villa ombak, di pinggir pantai Gili Trawangan
20160512_173128_hdr
senja di ombak sunset, ini persiapan untuk melihat sunset kemudian ada acara nonton film bareng
20160512_175211
spot mainstream buat poto-poto kalo kesini, 😀
20160512_191727
another surprise dari bojo pas masuk kamar di ombak sunset
20160511_154848
cozy and lazy room
  1. Pasar Malam Gili Trawangan

Pasar malam ini isinya makanan-makanan local yang dijual, ada yang semacam warteg, ikan-ikan segar hasil tangkapan, tinggal pilih, timbang, bayar.

Selain itu ada penjual pakaian juga. Awalnya mau beli celana gemessss, celana kolor yang bahannya adem gitu, tapi harganya duh duh mahal gilee. Karena mayoritas yang kesana bule kali ya, makanya mahal banget. Akhirnya niat membeli urungkan dulu.

20160510_181523
mulai persiapan jualan

20160510_181729
banyak makanan laut dijual disini
  1. Gili Gelato

Kalo ke Gili, kurang lengkap rasanya kalo enggak makan es krim nya. Seriusss, ini enakkk banget. Favorit? Tetep greentea, hihihi.

Jalan-jalan sore-sore menyusuri Gili Trawangan sambal makan eskrim, nikmat mana yang kau dustakan? Mana guys?

img_0799
Hmmmmm, pengen semua rasanya
20160511_151513
absoluety favorit
  1. Paket Snorkel ke 3 Pulau Gili

Di Gili trawangan ini, banyak sekali di pinggirannya menawarkan jasa untuk snorkeling ke 3 spot yang menarik.

Spot apa saja itu? Yang pertama melihat terumbu karang, kedua mengejar penyu (kalau beruntung? Dan yang terakhir melihat kawanan ikan-ikan laut yang syantik-syantik. Harganya? 100ribu sajah guys.

 DCIM100GOPROGOPR0370.

DCIM100GOPROGOPR0188.
kapal dengan dasar kaca
  1. Gili Air

MAmpir ke pulau ini hanya untuk makan siang dari rangkaian acara tour 3 pulau, jadi dikasih waktu istirahat almost 2 hours untuk istirahat disini. Jadinya beli makan siang trus poto-poto deh.

DCIM100GOPROGOPR0469.

  1. Gili Meno

Yang di Gili Meno saya dan bojo enggak mampir, ada yang sudah mampir kesini? Boleh lho di-share ceritanya.

  1. Pantai Kuta

Pantai Kuta bukannya di Bali? Eitsss tunggu dulu, di Lombok juga ada pantai Kutak ok. Hihihi, hanya saja kami kesini mampir untuk poto di logonya saja, enggak sampai main air, karena kita sudah puas main di pantai sebelumnya (pantai Seger) yang bagussss banget pemandangannya.

DCIM100GOPROGOPR1268.
spot poto kalo kesini
  1. Pantai Seger

Pantai ini memang jarang dikunjungi, tidak banyak paket wisata yang menawarkan kesini karena lokasinya yang agak segikit jauh dari pantai Kuta. Yang membawa kita kesini adalah Pak Wildan, ini temannya teman suami dikantor. Alhamdulillah bapaknya ramah, enak diajak ngobrol dan bercanda, hihihi.

Di pantai ini kita bias naik ke bukit untuk dapat pemandangan yang lebih wow seperti berikut:

DCIM100GOPROGOPR1180.
ini di atas bukit loh

Selain itu, karena ombak di pantai ini cukup tinggi, banyak orang local maupun turis yang suka melakukan surfing. Wihiw, jadi inget film The Shallow.

 20160513_161537

Nah, disini terdapat juga nih guys, patung Dewi dari Lombok yang fenomenal itu, siapa lagi kalau bukan Dewi Mandalika. Dan di pnatai ini dibuat untuk menggelar Festival Nyale, untuk merayakan kelahiran Dewi Mandalika.

DCIM100GOPROGOPR1228.
replika patung dewi mandalika yang dikejar-kejar para lelaki
  1. SukarAra

Setelah puas-puas mantai di pantai dan laut terus, mari kita main kain aja yuk. Hihihi, jadi di sini ada pusat jualan kain dari berbagai daerah di Lombok, plus ada juga ibuk-ibuk pengarjin yang menenun kainnya disini.

Selain itu, disini kita boleh mencoba pakai baju adat khas Lombok supaya eksis gitu kayak para pengantin Lombok.

Dan inilah penampakan kita:

20160513_144508
baju nikah adat khas Lombok

20160513_14474620160513_145242

  1. Desa Sade

Desa yang nyentrik abis yang ada di Lombok ini wajib dikunjungi kalau mau tahu wilayah aslinya Lombok dulu.

Di desa Sade ini rumah-rumah mereka masih adat semua, rumah dengan lantai tanah yang biasanya seminggu sekali lantainya dipel dengan tai kerbau? Iyuhhh, agak geli-geli gimana gitu pas jalan-jalan disana, takut saja kalau misalnya kena baju heheh.

Oiya, disini masih kental sekali adatnya, contohnya:

  1. Anak cewek dari kecil harus diajarin menenun karena ini syarat agar bias menikah nantinya (syukurlah saya di Jawa yang gak harus nenun supaya bias nikah)
  2. Nikah dengan sesame suku, kalau beda suku ya yang cowok harus membawa kawin lari si cewek kalau masih tetap mau menikah
  3. Anak cewek tidurnya dikamar yang gabung menjadi satu dengan dapur
  4. Anak cowok tidurnya di luar rumah dengan anak-anak cowok lainnya

 20160513_172008

  1. Tempat Oleh-Oleh Lestari

Kalap-kalap beli oleh-oleh makanan buat temen-temen kantor dan kost dan keluarga, hihihi.

Di tempat ini lengkap, mulai dari keripik, dodol rumput laut, sambel khas Lombok, kopi bahkan susu kuda liar Sumbawa.

  1. Resto Ayam Taliwang

Kalau ke Lombok jangan lupa makan makanan yang satu ini yah, ayam bakar taliwang tetep juaranyah.

Jpeg

  1. Tempat Oleh-Oleh Baju dan Mutiara

Nah, selain itu yang terkenal dari Lombok ini adalah mutiaranya. Kebetulan mamake pengen kalung dengan liontin mutiaranya, yasudah kita belikan saja. Dari harga awal 500ribu menjadi 100ribu, memang juarak mas bojo kalau nawar, heheh.

Baju harus wajib kudu dibeli. Entahlah, saya penggemar kaos oleh-oleh khas suatu daerah. Jadi jangan heran kalau kadang saya suka posting pakai baju I love Pontianak, I love Lombok, I love raja ampat, I love u aja sih yang belum punya masss.

  1. Makan sate bulayak di Taman di tengah kota Mataram

Kalau malam-malam mau mencari makan dan hiburan khas di Mataram, dating saja ke pusat alun-alun nya. Disini sepanjang jalan banyak yang jualan makanan. Yang terkenal sate bulayak. Satenya ini terserah boleh milih, ada daging sapi, ayam, maupun campuran (daging dan jeroan maksudnya). Kemudian yang dimaksud bulayak itu adalah lontongnya.

Cara makannya pun unik, jadi dibuka dulu bungkus longtongnya, cocol sambel, diamkan menyusul satenya.

  1. Masjid Raya Mataram

Masjid raya mataram ini saat saya dating belum jadi, sehingga mau mampir tidak jadi. Infonya diresmikan saat akan ada event MTQ Nasional.

Nah begitulah petualangan honeymoon kita, siapa tahu diantara kalian ada yang sedang mencari referensi liburan. Sebenarnya di Lombok ini banyak tempat lain yang tidak kita kunjungi, seperti Pink Beach, Selong Belanak, Tanjung Aan dan masih banyak yang lain. Semoga nanti masih diberi rejeki supaya bias lebih lama lagi menikmati alamMu.

Jakarta, 21 Oktober 2016

Advertisements

3 thoughts on “Plesiran ke Pulau Lurus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s