Uncategorized

Tentang saya dan motto hidup saya

Hey guys, lama sekali tak bersua ya kita? *sokeksislubukbuk*. Saya mau nanya nih? Apakah kalian mempunyai motto hidup? (nanya kok gampang sekali kamu nop, :D). Yaa pasti punya lah.

Apa sih motto itu? Menurut saya yang masih awam banget kalo buat nulis beginian gampangnya adalah sebuah rangkaikan kata yang menunjukkan tentang sesuatu hal yang menjadi patokan. Sebuah hal yang menjadi pakem dan pastinya akan dilakukan berulang-ulang, sebagai rel yang pasti akan terus dilintasi nya. Sebuah pekerjaan yang menuntut untuk kamu kerjakan setiap detiknya. Apalagi jika motto ini ditambahin hidup, bisa dong kebayang kalau ini akan menjadi semacam lecutan dan pengingat agar dilakukan.

Dan, jika kalian-kalian mau tahu apa motto hidup saya. Saya akan menjawab dengan gamblang”

“menjadi pribadi yang bermanfaat untuk orang lain”

Terdengar klise sangat bukan? Iyesss banget. Tapi itulah motto hidup yang ingin saya terapkan disini, didunia yang serba fana ini.

Apalah artinya kita hidup kalau tidak bermanfaat untuk yang lain? Apalah artinya hidup jika kita sebenarnya mampu untuk menolong orang lain, malah larut dalam kesenangan sendiri? Apalah artinya hidup jika kita mempunyai seluruh kenikmatan yang tiada habis diberikan olehNya, tapi kita tidak pernah mau berbagi dengan yang lain?

Saya pernah tersentak saat jaman masih duduk di bangku SMA dulu. Dimana ada kegiatan untuk melakukan pelajaran tambahan di kelas, untuk meningkatkan kemampuan siswa/I agar lebih dapat berkembang. Guru kimia saya masuk dan menawarkan siapa yang mau menjadi coordinator untuk kegiatan tersebut. Semuanya diam, termasuk saya pastinya (PS: SMA aku kalem banget loh guys, skerang tambah kalem sih kayaknya *ketawa jahat*). Kemudian beliau malah “ceramah”:

للناس أنفعهم الناس خير

Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain (HR. Ahmad, Thabrani, Daruqutni. Dishahihkan Al Albani dalam As-Silsilah As-Shahihah).

Kemudian saya langsung menawarkan diri. Bukannya saya mau sok pamer atau bagaimana, itu reflex dan saya langsung berdiri setelah itu. Dalam hati saya berdo’a “bimbing saya supaya bisa amanah, aamiin”.

Dari kecil, orangtua selalu mengajarkan apa itu membantu. Mulai dari membantu pekerjaan orang tua dirumah, membantu adek atau kakak jika memang membutuhkan bantuan maupun membantu kerabat lainnya. Nilai yang sangat bagus yang patut ditanamkan sejak kecil, supaya apa? Supaya kita mempunyai empati terhadap yang lain. Supaya di hati kita sudah tertanam apa itu jiwa menolong orang lain.

Selain itu, motto saya ini juga sebagai lambang kesuksesan saya (bagi saya loh ya, *senyum jumawa). “Ahh, klise banget lu ah.. jadi orang kok klise mulu”

Boleh dibilang seperti itu, (lagi-lagi) klise. Tapi itulah yang saya rasakan. Saya dapat merasa sukses dan puas jika dalam hidup saya ini saya bisa memberi arti, memberi manfaat untuk orang lain. Gampangnya sih orang lain merasa saya itu ada dan bermanfaat buat mereka. Sesimpel itu.

Sehingga saya sangat berharap kepada Alloh, semoga saya bisa bisa amanah. Sakit rasanya jika kita tahu orang lain merasa kesusahan jika ada kita, melihat wajah sedih,kesal atau marahnya karena kita. Bukankah lebih enak jika kita melihat senyuman mereka yang merekah bak mawar merah?

Diselesaikan di kota kembang pada tanggal 30 Maret 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s