Uncategorized

Tentang Memiliki

A simple things in one word. Benarkah begitu?

Memiliki. Sebuah kata yang menunjukkan kepunyaan, kepemilikan dan keabsahan akan sesuatu. Apabila kita ‘pernah’ berstatement memiliki, kita pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk menjaganya, menjadikannya satu-satunya bagaikan permata yang tak boleh nampak oleh siapapun. Tapi, apakah kalian pernah dengan benar merasa bahwa itu adalah milik kalian?

Let’s see some simple example that i’ll give to you all

Sadarkah kita akan ruh yang menempel dalam kita? Apakah kalian yakin itu sepenuhnya milik kalian? Tidak. Allohlah yang mempunyai ruh kalian itu. Setiap malam kalian ditidurkan, kemudia pagi saat terjaga ruh kalian dikembalikan. Dikembalikan kepadamu, bukan ke yang lain. Jika itu bukan Alloh yang mengatur, bisakah dibayangkan apa yang terjadi? Bisa saja ruh kalian akan ‘salah kamar’, masuk ke jiwa dan raga yang salah. Tapi, betapa baiknya DIA. Dia tak pernah salah dan tak pernah lupa untuk mengembalikan apa yang masih menjadi ‘milik’ hambanya.

Kesehatanmu, kehidupanmu, rejeki dan semua nikmat-nikmat yang ada pada dirimu pastilah sudah ditentukan olehNya. DIA akan mengatur sesuai denganmu, sesuai dengan yang kamu butuhkan dan kamu usahakan. Karena DIA-lah yang memilikimu, memliki semua yang ada padamu. Sehingga, jika kamu menginginkannya tinggal mintalah padaNya. Sungguh, Alloh suka dengan hamba yang datang dan meminta pada-NYA.

Contoh lainnya adalah hati. Siapakah kita yang dengan mudahnya men-judge hati kita ini untuk memiliki kecenderungan akan hal-hal buruk? Siapakah kita yang dengan seenaknya mempermainkan sebuah onggokan darah yang dipercayakan olehNya ada di dalam tubuh kita? Hati, itulah penentu baik buruk kita sebagai manusia. Sebagai khalifah yang diutusNya untuk memakmurkan bumi. Hati ini mudah sekali berbolak-balik, entah menuruti keinginan, kebutuhan atau bahkan nafsu. Yang Maha Pembolak Balik dan Pemilik Hatipun berhak untuk menentukan itu, DIA berhak melakukan apapun terhadap hati kita. Kita mau marah? Yakin hati itu punya kita? Memang, hati itu ada dan melekat dalam diri kita. Tapi, tetap DIA-lah Pemilik Satu-satunya. Tugas kita adalah memakmurkan, menata dan menjaga hati.

Ahh, betapa kerdilnya kita ini dibanding apa yang Alloh miliki. Kita merasa apa yang ada pada kita adalah milik kita. Kita kadang memaksakan atau bahkan mengikrarkan bahwa apapun itu adalah milik kita.

Jadi teringat akan kutipan di buku “RINDU” nya bang Tere Liye:

“Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?

Apalah arti kehilangan, ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan?

Apalah arti cinta, ketika menangis terluka atas perasaan yg seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yg seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun?

Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja”

Akhir kata, berikanlah yang terbaik pada yang memilikimu. Selamat malam semesta.

Tayan, 8 Februari 2015, 10.00-11.00 PM
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s