Uncategorized

Tentang Maaf

“Apa cukup hanya dengan maaf kamu bisa seenaknya pergi lagi seperti ini?” terasa getir saat Ade mengucap kata ‘maaf’.

Helaan nafas itu terdengar jelas “ya, sebab aku tak punya kata-kata yang lebih pantas dari itu” jawabnya berat sambil menekankan kata ‘pantas’.

Mereka bergeming. Ade tak kuasa. Dilepasnya cincin bermata satu itu dari jari manis kirinya. Suaranya lantang membelah malam “pun aku, tak akan membiarkan separuh hatiku ikut pergi bersama kamu. Berikan ini kepada orang yang lebih pantas menerima maafmu”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s